Pengertian stroke dan cara mengobatinya

Pengertian stroke dan cara mengobatinya

Stroke adalah penyakit yang akan terjadi saat pasokan aliran darah menuju otak menjadi terganggu sehingga pada jaringan otak akan kehilangan oksigen dan nutrisi. Kondisi sel-sel otak mulai mati hanya dalam hitungan menit. Pada keadaan yang dapat mengancam hidup penderita yang menyebabkan oenyakit ini menjadi permanen

Cara mengobati Stroke biasanya bisa dilakukan  dengan metode pengobatan, tetapi penderita bertahan harus bertahan ketika dalam kondisi darurat dan akan masukan dalam ruang UGD di rumah sakit. Apabila gejala stroke yang disebabkan karena gumpalan darah jadi dapat disimpulkan bahwa obat yang digunakan untuk melancarkan darah. Penggunaan yang efektif, bisa memberikam perawatan obat stroke harus melalui tindakan dalam waktu 3 sampai 4 jam sesuda adanya tanda-tandanya yang muncul. Adapun swran obat-obatnya berupa Heparin, Warfarin dan Aspirin.

Penyakit Stroke bisa berdampak ketidakmampuan saat kinerja pada tubuh. Penyakit ini mempunyai peran yang besar kemungkinan penderita yang dapat pulih juga masih belum banyak diketahui. Kemungkinan pada penderita akan sangat membutuhkan rehabilitasi seperti dangan terapi berbicara, terapi fisik, dan terapi bergerak. Penanganan serta pengobatan harus segera dilakukan pada keadaan medis penderita yang berfungsi pada pengaruh tekanan darah tinggi, diabetes, perokok, gaya hidup, dan tingkat kolesterol yang tinggi. Ada banyak kondisi yang dapat dicegah dengan mengurangi penyebab stroke pada penderita. Penderita sisarankan dengan mengkosumsi obat-obatan untuk mencegah penggumpalan darah.

Ada beberapa cara mengobati yakni dengan melakukan terapi Stroke. Rekomendasi dari dokter melakukan perawatan terapi dengan dilakukan pada bagian tubuh memberikan tes pada jenis kemampuan apa yang bisa melemahkan karena kondisi ini terjadi, adapun beberapa macam pengobatan dengan terapi, antara lain:

  1. Pengobatan dengan terapi fisik
  2. Latihan keterampilan motorik untuk mengasah kembalinya ingatan
  3. Latihan yang membantu meningkatkan kekuatan dan kinerja otot penderita untuk kembali lagi. Umumnya orang yang diberikan terapi merupakan penderita yang otot lidahnya sudah melemah. Terapi tersebut bisa perkuat otot untuk berbicara serta menelan.
  4. Terapi mobilitas

Penderita memerlukan pembelajaran menggunakan alat mobilitas, berupa alat untuk membantu berjalan bisa digunakan tongkat, kursi roda atau penahan pada gelang kaki. Adanya penyangga di pergelangan kaki dapat menyeimbangkan dan memberikan kekuatan di pergelangan kaki penderita untuk membantu penopang berat badan saat melatih kondisi otot untuk berjalan

  1. Terapi Constraint-induced

Adanya terapi dapat  dilakukan pada anggota tubuh lain yang tidak mempengaruhi anggota tubuh lainnya. Pada proses latihan karena terapi tidak adanya pengaruh yang bisa menekan ketika ada maka salah satu anggota lainnya mampu mengatasi fungsi yang memburuk.  Terapi stroke  yang dilakukannya  disebut terapi paksa. Latihan dan penanganan  bertujuan untuk mengurangi tegang otot  dan membantu penderita mendapatkan gerak tubuh yang lentur yang bisa dijalankan oleh otak.

Terapi pikiran serta terapi emosional mungkin dapat dilakukan dengan beberapa jenis berikut:

  1. Terapi gangguan kognitif

Terapi yang kemungkinan besar penderita kehilangan kemampuan kognitif berula memori, pemrosesan, pemecahan masalah, keterampilan sosial, penilaian, dan kesadaran diri penderita.

  1. Terapi gangguan komunikasi. Terapi bicara dapat membantu penderita untuk memperoleh kembali kemampuan yang hilang seperti kemampuan untuk mendengar, menulis, dan memahami pembicaraan pada lawan bicara.
  2. Pengobatan psikologis

Emosi pada penderita  mungkin akan diuji. Penderita yang memiliki orang terpecaya memiliki cara konsep dengan konseling. Penanganan  dokter akan berusaha merekomendasikan antidepresan atau obat yang memengaruhi rasa gelisah dan kewaspadaan.

  1. Obat alternatif

Penanganan berupa  pijat, akupunktur, dan terapi pemberian oksigen mungkin dapat terapi yang baik untuk kesehatan Stroke.

Referensi:

alodokter.com

hellosehat.com

klikdokter.com

Referensi gambar

strokecenter.org