Begini Cara Membeli Tanah Warisan Tanpa Masalah !!

Begini Cara Membeli Tanah Warisan Tanpa Masalah !!Ada banyak jenis tanah dijual dalam pengertian untuk keperluan properti. Salah satunya adalah tanah waris atau tanah warisan. Penting untuk membahas mengenai tanah warisan karena proses jual dan beli tanah warisan sendiri tidak sama dengan cara beli tanah biasa. Pembelian jenis tanah ini haruslah disetujui oleh seluruh ahli waris yang sah. Hal ini wajib dilakukan karena tanah waris sendiri rawan konflik, baik itu konflik yang datang dari luar, atau dari dalam ahli waris sendiri. Di Indonesia sendiri hingga saat ini masih cukup banyak kasus perpecahan keluarga hanya karena masalah penjualan tanah warisan ini. Hal ini pun terkadang mengganggu bagi pembeli yang membutuhkan tanah tersebut karena kesulitan untuk menyelesaikan prosesnya tanpa masalah yang berarti. Untuk mengatasi dan memudahkan proses jual beli tanah warisan ini, yuk kita simak bersama – sama beberapa tips berikut ini yang wajib untuk kamu ketahui.

Periksa kelengkapan Surat

Sebelum kamu membeli tanah waris, wajib bagi kamu untuk memeriksa kelengkapan surat-surat dan segala dokumen mengenai legalitas tanah yang akan kamu beli. Surat-surat yang perlu diperhatikan adalah Surat Pajak (SPPT), Sertifikat Kepemilikan, dan juga dokumen lainnya. Tidak hanya itu, perlu juga bagi kamu untuk memastikan keabsahan dari ahli waris tanah tersebut dengan memastikan keaslian dari surat kematian. Surat kematian tersebut dapat mengonfirmasi bahwa pemilik sah tanah sudah meninggal dunia. Sementara untuk mengetahui status penjual dari tanah tersebut, kamu perlu memastikan Surat Keterangan Ahli Waris agar yakin penjual adalah benar ahli waris tanah. Surat Keterangan Ahli Waris sendiri akan berisikan nama-nama daftar penerima waris; apakah penerima waris tersebut adalah anak, maupun juga kerabat.

Informasi Mengenai Tanah

Sama seperti tips yang disebutkan sebelumnya, tanah yang kamu beli harus ditinjau secara langsung. Patikan bahwa lokasi, bentuk, ukuran, dan hal lainnya berkondisi baik. Tidak hanya itu, dengan menyurvei langsung ke lokasi tanah, maka kamu juga dapat memastikan mengenai kondisi lingkungan dan juga sejarah dari tanah tersebut. Pastikan ke warga sekitar apakah tanah tersebut sedang dalam sengketa atau tidak. Jika tanah masih dalam sengketa antara ahli waris atau dengan bank, maka sebaiknya kamu berpikir ulang untuk membelinya.

Bertemu Langsung Ahli Waris

Ketika kamu memutuskan untuk membeli tanah waris, maka kamu berhak untuk meminta bertemu dengan seluruh ahli waris yang sah kepada penjual. Hal ini bisa kamu gunakan sebagai kesempatan untuk mengetahui identitas dari ahli waris dengan baik. Jangan lupa untuk bertanya kepada setiap ahli waris apakah mereka setuju untuk menjual tanah tersebut. Pastikan kamu mengetahui bila ahli waris sudah berunding dengan keluarganya untuk menjual tanah tersebut. Karena saat ini suasana di dunia property semakin sensitive. Bila perlu minta bukti surat persetujuan dari seluruh ahli waris atau keluarga yang mewakilkan.

Pembuatan Akta Jual – Beli

Transaksi tanah dijual haruslah dilegalkan. Caranya adalah dengan membuat Akta Jual Beli tanah melalui Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Jangan melakukan transaksi tanpa Akta Jual Beli yang legal atau sah. Hal ini dapat menjadi masalah hukum nanti di kemudian hari. Pastikan bahwa seluruh ahli waris juga datang di hadapan petugas dan menandatangani Surat Jual Beli. Jika ada yang berhalangan hadir, maka ia harus memberikan kuasa kepada orang lain. Pemberian kuasa sendiri tidak bisa sembarangan. Harus menggunakan Akta Notaris. Nantinya, seluruh ahli waris juga dapat membuat surat kuasa di hadapan notaris untuk menyerahkan kuasa kepada salah satu ahli waris yang dipercaya untuk menandatangani Akta Jual Beli. Untuk kenyamanan dan keamanan, sebaiknya tidak ada ahli waris yang mewakilkan kuasa ketika proses pembuatan Akta Jual Beli. Hal ini karena, biasanya ada banyak kasus pembelian tanah warisan yang tidak dihadiri oleh ahli waris, dan menjadi persoalan di kemudian hari.

Setelah menandatangani Akta Jual Beli, jangan lupa untuk membayar pajak dan biaya lain yang harus dibayarkan. Hindari untuk menggunakan notaris yang disarankan oleh agen atau bank, karena umumnya akan memakan beban biaya yang cukup besar. Ada baiknya bila kamu sudah memiliki satu kontak notaris yang dapat kamu percaya atau hasil dari rekomendasi teman dan kerabatmu.

Proses Pembayaran Transparan

Sebaiknya pembayaran tanah dilakukan di depan PPAT dengan menyertakan saksi dari masing-masing pihak. Bisa juga dengan mengajak pejabat daerah setempat seperti Kepala Desa, atau pun juga Camat. Pastikan juga bahwa seluruh ahli waris telah menerima pembayaran tersebut. Jika pembayaran dilakukan melalui bank, maka jangan lupa untuk membuat bukti pembayaran dan penerimaan yang sah. kamu juga dapat mendokumentasikan seluruh kegiatan yang dilakukan dalam proses jual – beli. Mulai dari proses survei tanah, penandatanganan Akta Jual Beli, hingga proses pembayaran. Ini merupakan langkah yang dapat dilakukan sebagai bukti jika nantinya muncul masalah di kemudian hari. Terakhir, jangan lupa untuk mendaftarkan pembuatan sertifikat paling lambat 7 hari setelah Akta Jual Beli selesai dibuat.

Lakukan hal – hal diatas untuk mencegah segala kemungkinan terburuk di masa mendatang. Semoga informasi diatas bisa membantu kamu untuk lebih memahami tata cara membeli tanah dijual dalam status tanah waris.